Uni Eropa merupakan sebuah entitas yang sangat unik, tunggal, yang tidak memiliki padanan atau kategori (sui generis). Dalam literatur-literatur yang ada, oleh karenanya seringkali dirujuk dengan cara yang sangat berbeda-beda, bahkan berlawanan. Di satu sisi, mereka yang sangat optimis melihat Uni Eropa sebagai bagian dari proses ke arah negara supranasional (mungkin, United State of Europe), sementara di sisi yang lain, Uni Eropa dipahami tidak lebih daripada sekedar kasus sukses dari sebuah organisasi internasional di tingkat regional. Pandangan berbeda ini ini tidak dapat dipungkiri menggambarkan ketidakmampuan kerangka konseptual Hubungan Internasional untuk memahami Uni Eropa sebagai sebuah fenomena yang unik. Uni Eropa bukanlah negara-bangsa dalam skala yang lebih besar melainkan sebuah entitas ‚beyond nation-state’ (Haas, 1964). Uni Eropa memperluas ruang politik melewati batas-batas teritorial negara berdaulat tetapi tanpa membentuk sistem politik yang akan menggantikan negara-bangsa.

European Governance mengajak mahasiswa untuk memahami Uni Eropa dengan cara ini. Dengan menggunakan konsep governance, Uni Eropa akan dilihat melalui karakteristik uniknya, yakni governed without government.

Kuliah ini daimpu bersama dengan Muhadi Sugiono.

 

 

Organisasi perkuliahan:
struktur, materi, jadwal, tata-tertib, penilaian

Tugas dan Berita kelas

Silabus
2005/6, 2006/7

Handout kuliah
Konsep Governance, Governance & Modes of Governance, Institusi-institusi Uni Eropa, European Governance & Integrasi Eropa, Legitimasi dan Defisit Demokrasi, Kelompok-kelompok Kepentingan dalam Uni Eropa, Uni Eropa sebagai Politik Regulatif, Integrasi dan Disintegrasi dalam Uni Eropa: Euro dan Schengen, Integrasi dan Disintegrasi dalam Uni Eropa: Konstitusi Eropa dan Core Europe.

Links
The Europe - European Union On-line

Governance in the EU: A White Paper
Eurogov – European Governance Papers
EuroNews – The Europeean News Channel

 

 

 

Mag. Daniel Petz, M.A.
Sekip K-9
55281 Yogyakarta

petz4peace@gmail.com