- SITUS WEB PRIBADI SIGIT DJATMIKO -

Lahirnya Peradaban Yunani

Bertrand Russell

Euripides mengungkapkan sebuah pengakuan lewat kata-kata seorang pendeta Orphis, yang bernada menasehati:[18]

 

Sesembahan bangsa Tyre Eropa,

Yang dilahirkan Zeus, dan di kakimu

tegak beratus benteng Kreta,

Aku mencarimu dari temaramnya pura,

 

Beratapkan Balok Menawan berhias Ukiran,

Dengan baja Chalyb dan darah lembu liar,

Serta kayu-kayu Cemara tersusun sempurna

Dirangkai begitu kuat. Kali bening pun mengalir di sana

 

Seiring hari-hariku yang berlalu. Akulah hamba

Mengabdi Jove Idae sang dewa[19]

Jika tengah malam Zagreus[20] mengembara,

mengembaralah hamba;

Telah kutahankan raungnya yang membahana;

 

Kuhidangkan pesta-pestanya yang merah dan berdarah;

Kukobarkan api gunung Bunda nan Agung;

Terbebaslah diriku dan disebutlah aku

Seorang Bacchus di antara kaum Pendeta yang Terutus.

 

Berbalut jubah suci putih aku terlahir bersih

Dari kodrat manusia yang nista dan

lumpur liang kubur,

Terjauhkan dari bibirku senantiasa

Sentuhan daging aneka rupa di mana Hidup pernah bertakhta.

                       

Prasasti-prasasti Orphis ditemukan dalam pusara-pusara batu, untuk memberikan petunjuk kepada jiwa orang mati bagaimana menemukan jalan di alam arwah, dan apa yang harus dikatakan untuk menunjukkan bahwa jiwa itu patut mendapatkan pembebasan. Prasasti-prasasti tersebut banyak yang telah pecah dan tak lengkap; salah satunya yang hampir lengkap (prasasti Petelia) bertuliskan demikian:

 

Di sebelah kiri Rumah Hades akan kau temukan Mata Air,

Dan di dekatnya tegaklah pohon Cemara putih.

Jangan kau dekati Mata Air ini.

Namun harus kau temukan mata air lain di dekat Danau Ingatan,

Air sejuk memancar senantiasa, dan ada para Pengawal di mukanya.

Katakanlah: “Aku putera Bumi dan Langit penuh Bintang;

Namun aku bangsa Langit (saja). Dan kau tahu siapa dirimu.

Dan lihatlah, aku sengsara karena haus dan akan binasa. Cepatlah

beri aku air sejuk yang memancar dari Danau Ingatan.”

Dan dengan sukarela mereka akan mengizinkanmu minum dari mata air suci,

Dan sesudahnya kau akan berjaya di antara para pahlawan lainnya. ...

 

Prasasti lain mengungkapkan: — “Berjayalah, Engkau yang telah menanggung derita ... dari Manusia Engkau menjadi Dewata.” Dan pada prasasti lain lagi: — “Engkau yang Bahagia dan Diberkati, engkau menjadi Dewa dan tak ‘kan binasa.”

 

Lubuk yang airnya tak boleh diminum oleh jiwa adalah Lethe, yang bisa menyebabkan lupa; mata air lainnya adalah Mnemosyne yang membangkitkan ingatan. Di alam arwah, jika jiwa memperoleh pembebasan maka jiwa tak akan lupa, justru sebaliknya akan memiliki ingatan luar biasa.

 

Kaum Orphis adalah sekte yang asketis; bagi mereka anggur hanyalah perlambang, seperti halnya dalam sakramen Kristiani di masa kemudian. Kemabukan yang mereka cari adalah yang berupa “antusiasme”, ialah persatuan dengan dewa. Dengan cara ini mereka percaya bisa memperoleh pengetahuan mistik yang mustahil didapat dengan cara-cara lain yang lazim. Unsur mistik ini merasuki filsafat Yunani lewat Pythagoras, yang merupakan seorang pembaharu Orphisme, seperti halnya Orpheus adalah pembaharu agama Bacchus. Dari Pythagoras unsur-unsur Orphis itu merasuki filsafat Plato, dan dari Plato merasuk ke sebagian besar filsafat selanjutnya yang kurang-lebih bercorak religius.

 

Di manapun Orphisme memberikan pengaruh, jelas bahwa unsur-unsur tertentu agama Bacchus pun tetap hidup. Salah satunya adalah feminisme, di mana unsur ini cukup menonjol dalam filsafat Pythagoras, dan yang dalam filsafat Plato lebih mencuat lagi seperti tampak pada pernyataannya tentang kesetaraan politik yang menyeluruh bagi kaum perempuan. “Perempuan sebagai satu jenis kelamin,” ujar Pythagoras, “secara alamiah lebih dekat dengan kesalehan.” Unsur Bacchis lainnya adalah penghargaan terhadap emosi yang menggelora. Tragedi Yunani lahir dari ritus Dionysus. Euripides, khususnya, menjunjung dua dewa Orphisme terpenting, Bacchus dan Eros. Selain itu, ia tak menghargai orang yang perilakunya serba lurus dan suka menganggap diri sendiri paling benar, yang dalam drama-drama tragedi Euripides seringkali menjadi gila atau terbenam dalam duka yang mengenaskan karena kutuk dewata yang murka atas kelancangannya.


[18] Terjemahan (Inggris) atas syair-syair dalam bab ini adalah karya Profesor Gilbert Murray.

 

[19] Di dalam mistik sama dengan Bacchus.

 

[20] Salah satu nama Bacchus.

 

Halaman

08

dari 10

halaman