BILA DIRI SEMPIT HATI

Home

Bila diri sempit hati

KH. Abdullah Gymnastiar

1 2 3 4

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Assalaamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
"Berikut artikel BILA DIRI SEMPIT HATI"
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

--------
BILA DIRI SEMPIT HATI (1)
KH. Abdullah Gymnastiar


Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yang lapang,
yang jernih, karena ternyata berat sekali menghadapi hidup dengan hati
yang sempit.
Hati yang lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yang luas
membentang, walaupun ada anjing, ada ular, ada kalajengking, dan ada
aneka binatang buas lainnya, pastilah lapangan akan tetap luas. Aneka
binatang buas yang ada malah makin nampak kecil dibandingkan dengan
luasnya lapangan. Sebaliknya, hati yang sempit dapat diibaratkan
ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit, baru berdua
dengan tikus saja, pasti jadi masalah. Belum lagi jika dimasukkan
anjing, singa, atau harimau yang sedang lapar, pastilah akan lebih
bermasalah lagi.
Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yang membuat
hari-hari kita menjadi hari-hari yang tidak nyaman, yang membuat
pikiran kita menjadi keruh, penuh rencana-rencana buruk. Waktu demi
waktu yang dilalui sering kali diwarnai kondisi hati yang mendidih,
bergolak, penuh ketidaksukaan, terkadang kebencian, bahkan lagi dendam
kesumat. Capek rasanya. Menjelang tidur, otak berpikir keras
menyusun rencana bagaimana memuntahkan kebencian dan kedendaman yang
ada di lubuk hatinya agar habis tandas terpuaskan kepada yang
dibencinya. Hari-harinya adalah hari uring-uringan makan tak enak,
tidur tak nyenyak dikarenakan seluruh konsentrasi dan energinya
difokuskan untuk memuaskan rasa bencinya ini.
Ah, sahabat. Sungguh alangkah menderitanya orang-orang yang disiksa
oleh kesempitan hati. Dia akan mudah sekali tersinggung, dan kalau
sudah tersinggung seakan-akan tidak termaafkan, kecuali sudah
terpuaskan dengan melihat orang yang menyinggungnya menderita,
sengsara, atau tidak berdaya.

.

Disadur dari posting Maillis Padhang Mbulan