Jilid II
Bagian IV: CRUCIFIXION (PENYALIBAN) ATAU CRUCI-FICTION (KISAH PENYALIBAN)
BAB VII
METODE PENYALIBAN
Asal Mula Penyaliban
Penyaliban adalah model yang umum dipakai untuk menghukum tahanan politik, pembunuh dan pemberontak. Lama sebelum kelahiran Yesus, bangsa Phoenix telah me-ngadakan percobaan dengan berbagai metoda untuk meng-hukum orang-orang yang mengganggu kehidupan sosial masyarakat. Mereka telah mencoba cara menggantung, menembak, melempari dengan batu, menenggelamkan di air, dan lain-lain. Tetapi semuanya itu efeknya terlalu cepat bagi kematian. Maka mereka mengembangkan metoda penyalib-an, yaitu sistem yang menghasilkan suatu kematian perlahan--lahan.
Dua Metode Penyaliban
Bangsa Rornawi mengadopsi dan menyempurnakan sistem tersebut. Mereka mengembangkan suatu metode pe-nyaliban untuk kematian yang cepat dan satu lagi untuk ke-matian yang perlahan-lahan.
Pelukis-pelukis ulung Kristen (Michael Angelo, Rem-brandt, Leonardo da Vinci, dan lain-lain) bingung sewaktu melukis gambaran yang mengerikan tentang penyaliban. Me-reka melukis dua perampok yang secara bersamaan disalib dengan Yesus, satu di sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri Yesus. Keduanya dikenakan metode cepat sedang Yesus dikenakan metode perlahan-lahan.
Bangsa Romawi tidak pernah memadukan dua metode yang berbeda ini. Mereka tidak pernah bingung seperti pelu-kis-pelukis Kristen dengan metode cepat dan perlahan-lahan. Pelukis-pelukis lama melukis campuran metode cepat dan perlahan, dalam menggambarkan tubuh Yesus yang disangga kayu salib, misalnya dengan pelana atau tanpa pelana; paku--paku atau tali kulit untuk mengikat kedua lengan pada kayu salib dan juga kayu penyangga untuk kaki atau paku besar.
"Ketidakbenaran Kitab Injil"
Bertentangan dengan keyakinan umum, Yesus tidak dipakukan ke kayu salib tetapi diikat seperti kedua orang lain-nya. Sebagai tambahan pengetahuan, kita harus menghargai cerita Thomas yang meragukan sebagai suatu 'pemalsuan Injil' yang menggemparkan, sama seperti cerita perempuan yang tertangkap sedang berzina. Lihat halaman halaman selanjutnya yang merupakan kopi satu halaman dari Injil Yohanes bab 8 yang dimulai dengan ayat 12. Bisakah Anda bayangkan bahwa ada satu bab dalam kitab suci yang dimulai dengan ayat ke 12 sebagai ayat pertamanya? Ayat-ayat 1 sam-pai dengan 11 dihapus sebagai suatu pemalsuan oleh 32 pelajar-pelajar Kristen yang didukung oleh 50 aliran-aliran Kristen lainnya dan menamainya versi Injil yang terbaru -RSV (RSV, singkatan dari Revised Standars Version (versi Standar yang telah direvisi) pertama kali dipublikasikan tahun 1952. Para penterjemah mengaku bahwa mereka me-miliki 'naskah Injil yang paling asli' dimana mereka menda-patkan bahwa cerita tentang perzinahan itu adalah palsu.
Ketergesaan Mereka: Rahmat di Balik Musibah
Kaum Yahudi sangat ingin Yesus cepat-cepat dibunuh. Ingat persidangan di tengah malam? Pagi-pagi sekali mereka menyeretnya ke Pilatus. Dari Pilatus ke Herodes. Dari Herodes kembali ke Pilatus. Menurut salah seorang Amerika yang menganut 'kelahiran kembali (born-again)', ada enam persidangan sepanjang 12 jam. Pada waktu-waktu sibuk di Yerusalem yaitu setelah Pesta Paskah, orang-orang Yahudi itu tidak mempunyai pekerjaan selain berharap dapat menga-dili Yesus. Tentunya kejadian ini telah diatur seperti dalam suatu pengambilan adegan di film. Cepat! Cepat! Cepat!
-----------------------------------------------
[This page is reproduced from the RSV 1952]
JOHN 7
mus, who had gone to him before, and who was one of them, said to them, "Does our law judge a man without first giving him a hearing and learning what he does?" They replied, "Are you from Galilee too? Search and you will see that no prophet is to rise ftom Galilee."
[8] Again Jesus spoke to them, say-ing, "I am the light of the world; he who follows me will not walk in darkness but will have the light of life" The Pharisees then said to him, ''You are bearing witness to yourself; your testimony is not true. Jesus an-swered, "Even if I do bear witness to myself, my testimony is true, for I know whence I have come and whither I am going, but you do not know whence I come or whither I am going. You …of this world. I told you that you would die in your sins, for you will die in your sins unless you believe that I am he." They said to him "who are you?" Jesus said to them, "Even what I have told yau from the beginning. I have much to say about you and much to judge; but he who sent me is true and I declare to the world what I have heard from him." They did not un-dersiand that he spoke to them of the Father. So Jesus said, "When you have lifted up the Son af man, then you will know that I am he, and that I do nothing on my own authority but speak thus as the Father taught me And he who sent me is with me; he has not left me alone, for I always do what is pleas-ing to him." As he spoke thus, many believed in him.
[This is a footnote, reproduced as is from the Bible]
-------------------------------------------------------------------
Menurut para penulis Injil, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 dia melepaskan nyawanya. Dia mati (?). Yahudi memang kaum yang aneh! Mereka ingin Yesus disalibkan secepat mungkin; tetapi ketika mereka telah berhasil menyalib, mereka tergoda untuk menurunkannya kembali. Bisakah Anda menebak kenapa? Hari suci mereka - Sabbath (Sabtu)! Mereka telah diperingatkan di dalam Kitab Nabi Musa yang kelima:
"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; Janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, Kepadamu menjadi milik pusakamu". (Injil - Ulangan 21: 23).
Untuk meredakan keberatan Yahudi tentang Sabbath (atau alasan lainnya); jika diperlukan untuk rnempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korbari akan mati karena
lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat.
Sumber: Ahmed Deedat, The Choice (Dialog Islam-Kristen), Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Cetakan Kedua, September 1999 (Revisi).
|