HOME | EMAIL | LINK | ABOUT ME

 

 

 

 


 
:: THE CHOICE ::

Jilid II
Bagian III:  APAKAH  INJIL  FIRMAN  TUHAN?

BAB VIII
KESAKSIAN YANG PALING OBYEKTIF

Penyebar agama Kristen suka sekali mengutip ayat 2 Timotius 3:16 untuk membuktikan bahwa Injil merupakan kalimat Tuhan.

"Semua tulisan ADALAH didapatkan berdasarkan ilham dari Tuhan dan bermanfaat bagi pengajaran, hukuman, perbaikan, perintah menuju kebenaran." (Injil - 2 Timotius 3: 16 versi Scofield).

Perhatikan, "Adalah" ditulis dalam huruf kapital oleh pendeta Scofield, ini secara tak langsung memberitahukan kepada kita bahwa kata itu tidak ada dalam kitab Yunani yang asli. "Kitab Injil berbahasa Inggris yang baru" yang diterjemahkan oleh suatu komite yang mewakili gereja-gereja Inggris, Scotlandia, metodis, jemaat gereja, Persekutuan Bap-tis, Gereja Presbitarian Inggris dan British & Foreign Bible Society telah membuat terjemahan yang mendekati versi Yu-nani asli yang berbunyi:

"Segala tulisan yang diilhamkan memang bermanfaat untuk mengajar  untuk menyatakan kesalahan, untuk mem-perbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebe-naran" (2 Timotius 3: 16).

Kaum Katolik Roma dalam versi "Douay" juga lebih mendekati versi Scofield dibandingkan kaum Protestant. Mereka mengatakan, "Segala tulisan yang diilhamkan dari Tuhan adalah bermanfaat untuk mengajar, menegur, mem-benarkan...."

Kita tidak akan berselisih dengan kata-kata. Muslim dan Kristen setuju bahwa apapun yang berasal dari Tuhan, melalui inspirasi atau wahyu, mempunyai empat tujuan: 
l. Memberi kita pelajaran;
2. Menegur kesalahan kita;
3. Memperbaiki Kesalahan kita; 
4: Menuntun pada kebenaran.

Saya pernah bertanya pada orang yang sudah mempe-lajari ajaran Kristen selama 40 tahun lebih, apakah mereka bisa memberikan tujuan kelima dari Firman Tuhan ini. Se-pertinya mereka telah gagal. Tetapi itu belum berarti bahwa saya telah memperbaiki prestasi mereka. Mari kita analisa "Kitab Injil" dengan test-test objektif ini.

Tidak Usah Jauh-jauh Mencari
Isi pertama dari Kitab Injil - Kejadian - memberikan banyak contoh-contoh kepada kita. Buka ayat 38 dan baca. Di sana ada sejarah tentang Yehuda, nenek moyang Yahudi. Kepala keluarga Yahudi ini menikah dan mendapat tiga anak laki-laki, yaitu Er, Onan dan Syela. Ketika anaknya yang ter-tua sudah cukup besar, Ia menikahkannya dengan seorang wanita bernama Tamar: 'Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia'. (Kejadian 38: 7). Pada tujuan yang manakah di antara keem-pat prinsip Timotius dapat kita letakkan kabar sedih ini? Yarig kedua - "menegur". Er jahat jadi Tuhan membunuhnya. Suatu pelajaran bagi semuanya, Tuhan akan memusnahkan kita apabila kita jahat. Menegur!

Kita lanjutkan cerita kaum Yahudi ini. Sesuai dengan kebiasaan mereka jika seorang kakak meninggal dan tidak punya keturunan, maka kewajiban bagi, adik laki-lakinya un-tuk merawat istrinya sehingga nama almarhum tetap abadi. Yehuda memerintahkan anak keduanya Onan untuk menja-lankan kewajibannya. Tetapi ada kecemburuan dalam hati-nya. Ia tidak mau memberi keturunan pada Tamar karena keturunannya itu akan tetap memakai nama kakaknya! Jadi "Dia membiarkan maninya terbuang… Tetapi yang dilaku-kannya ita adalah jahat di mata Tuhan, maka tuhan membunuh dia juga" (kejadian 38: 9-10). Kembali, dimana kita akan meletakkan cerita ini dalam prinsip Timotius? Mene-gur adalah jawabannya.

Tak ada hadiah bagi jawaban yang mudah ini. Melaku-kan kesalahan pasti akan ditegur dan dihukum! Onan dilupa-kan dalam "Kitab Suci" tetapi ahli ilmu sexual Kristen meng-abadikan namanya berkenaan dengan "Persetubuhan yang terganggu" sebagai Onanism {"Onanism": Sekarang di-abadikan dalam kamus Oxford.) dalam buku tentang Sex.

Sekarang Yehuda menyuruh menantunya, Tamar un-tuk kembali ke rumah orangtuanya sampai anak ketiganya Syela menjadi dewasa dan bisa melaksanakan kewajibannya.

Balas Dendam dari Seorang Wanita
Syela telah dewasa dan mungkin siap untuk menikah dengan wanita lain. Tetapi Yehuda tidak memenuhi Janjinya ke Tamar. Dalam hatinya dia takut. Dia telah kehilangan dua anak laki-lakinya dan dalam pikirannya timbul - "Jangan--jangan dia mati seperti kedua kakaknya" (Kejadian 38: 11 ). Tamar yang merasa dirugikan ini memutuskan untuk mem-balas dendam pada bapak mertuanya.

Tamar mengetahui bahwa Yehuda pergi ke Timna un-tuk menggunting bulu-bulu domba. Dia berencana untuk ber-temu dengan Yehuda ditengah perjalanan. Dia duduk di ping-gir jalan yang akan dilewati Yehuda. Ketika Yehuda lewat dan melihatnya, disangkanya dia adalah seorang perempuan sundal karena dia menutupi mukanya. Yehuda menghampi-rinya dan berkata, "Marilah aku mau menghampiri engkau". Dan wanita itu berkata, 'Apakah yang akan kauberikan kepadaku jika engkau menghampiri aku?"Yehuda berjanji bahwa dia akan mengirimkan anak kambing. Apakah jaminan bahwa dia akan mengirim anak kambing itu?" Cap materaimu serta kalungmu dan tongkatmu" jawab perempuan itu; Yehuda memberikan barang-barang miliknya, itu dan" Ia menghampirinya dan perempuan itu mengandung daripada-nya" (Injil, Kejadian 38: 16-18).

Pelajaran Moral
Sebelum kita mencari dimana kita akan meletakkan cerita cabul dan kotor dari Injil ini dalam 4 prinsip Timotius, saya tertarik untuk bertanya, seperti juga mungkin kamu ingin bertanya; "Apakah pelajaran moral yang bisa didapat-kan oleh anak-anak kita dari pembalasan dendam Tamar ini?" Tentu saja kita menceritakan dongeng-dongeng pada anak-anak kita, tidak hanya untuk menyenangkan mereka saja tetapi melalui cerita itu kita bisa menyampaikan pelajar-an tentang moral. "Rubah dan Kebun anggur", "Serigala dan Anak Domba", "Anjing dan Bayangannya" dll. Bagaimana mudah dan konyolnya cerita itu, sebuah pesan moral termuat di dalamnya.

Dilema Orangtua Kristen
Dr. Vernon Jones, seorang Psykolog Amerika yang ter-kenal, mengadakan percobaan pada suatu grup anak-anak dengan menceritakan kisah-kisah tertentu. Tokoh-tokoh da-lam cerita itu sama untuk tiap grup anak-anak yang berbeda, tetapi perilaku tokoh-tokoh cerita itu berlawanan untuk ma-sing-masing grup. Untuk satu grup, St. George melawan naga dengan gagah berani, tetapi untuk grup yang lain, pada saat diserang naga, St. George ketakutan dan lari mencari perlin-dungan di balik baju ibunya." Cerita ini tentu saja kelihatan remeh, tetapi merubah karakter secara permanen bahkan
dalam situasi di ruang kelas yang sempit itu", kesimpulan Dr. Jones.

Berapa banyak lagi kerusakan permanen dari kisah pe-rampokan dan pembunuhan, perzinahan dan sifat kebina-tangan dalam Kitab Suci Injil terhadap anak-anak Kristen, bisa diukur dari berita-berita di koran harian kita. Jika sumber moral kaum Barat seperti itu, tak heran jika kemudian kaum Metodis dan Katolik Roma memberkati perkawinan antara kaum Homosexual di dalam 'Rumah Tuhannya' dan 8000 gay berparade di Hyde Park London, Juli 1979 yang disiarkan di koran dan TV

Anda harus mempunyai Kitab Injil dan membaca keja-dian 38 seluruhnya. Tandai dengan warna 'merah' kata-kata dan kalimat yang menyajikan cerita ini. Kami mendapati bahwa dalam ayat 18 terdapat pelajaran moral - "Dan perem-puan itu mengandung daripadanya".

Tidak Bisa Bersembunyi Selamanya
Tiga bulan kemudian, dikabarkan kepada Yehuda bah-wa menantunya bersundal dan "Telah mengandung dari persundalannya itu". Lalu kata Yehuda. "Bawalah perempuan itu supaya dibakar" (kejadian 38: 24). Yehuda dengan sengaja telah menuduhnya sebagai orang jahat dan sekarang dengan sadisnya ia ingin membakarnya. Waktu akan dibawa, Tamar mengirim cap meterai, kalung dan tongkat kepada bapak mertuanya dan memintanya untuk mencari pemiliknya seba-gai orang yang bertanggungjawab atas kehamilannya. Yehu-da memeriksanya dan dia mengaku bahwa menantunya itu-lah "Yang lebih benar"dibanding dirinya dan "Yehuda tidak menguasainya lagi sekarang" (Kejadian 38: 26). Sekte Kesak-sian Yehovah dalam New World Translation menterjemah-kan kutipan terakhir tadi sebagai - dia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu (Sekte kesaksian Yehovah lebih expli-sit dalam pemilihan kata-kata. Mereka tidak keberatan untuk berterus terang.) Ini bukanlah yang terakhir yang akan kita dengar tentang Tamar dalam "Kitab Tuhan" dimana penulis kitab suci ini mengabadikan namanya sebagai "Moyang dari Tuhan mereka".

Perzinahan Yang Masyhur
Saya tidak ingin membuat Anda bosan dengan berceri-ta secara mendetail, tetapi akhir Kejadian : 38 ini mencerita-kan duel dalam persalinan Tamar: Tentang anaknya yang kembar yang berebut lahir lebih dulu dari rahim ibunya. Orang-orang Yahudi sangat cermat dalam mencatat siapa yang 'lahir pertama'. Anak yang lahir pertama akan menda-pat semua warisan ayahnya. Siapa yang menang dalam perlombaan kelahiran ini? Disana ada 4 orang tokoh dalam perlombaan yang unik ini. Mereka adalah "Peres dan Zerah anak dari Tamar dan Yehuda". Bagaimana perlombaan ini? Kamu akan mengetahuinya nanti. Tetapi sekarang, mari kita lihat moral di sini. Apa pesan moral dalam episode ini? Kamu ingat Er dan Onan: Bagaimana Tuhan membunuh mereka karena dosa mereka? Dan pelajaran yang kita dapat dari ka-sus tersebut adalah "menegur kesalahan". 

Dalam kategori yang mana bisa ditempatkan perzinahan Yehuda dan anak--anak tidak syahnya di antara 4 kategori Timotius di atas? Semua karakter ini terkenal dalam "Firman Tuhan" ini kare-na kebejatannya. Mereka menjadi Nenek dan Kakek moyang dari "anak Tuhan(?) Lihat Matius 1: 3. Dalam setiap versi Injil, orang Kristen telah membuat variasi panggilan dari na-ma-nama pada Perjanjian Lama (Kejadian 38) ke dalam Per-janjian Baru (Matius) untuk mengalihkan perhatian pemba-ca. Dari Phares di Perjanjian Lama menjadi Peres di Perjan-jian Baru, dan Zarah menjadi Zerah dan Tamar menjadi Thamar. Tetapi bagaimana dengan moral? Tuhan memaaf kan Yehuda atas perzinahannya! Jika kamu berbuat jahat seperti Er maka Tuhan akan membunuhmu; Jika kamu membuang mani-mu seperti Onan maka Tuhan akan mem-bunuhmu, tetapi Tamar yang penuh dendam dan tipu musli-hat menggoda mertuanya, diampuni. Dalam kategori mana orang Kristen akan menempatkan cerita ini dalam buku "Fir-man Tuhan"? Mana yang cocok? Apakah ....
1. Pelajaran? 
2. Teguran? 
3. Perbaikan?
4. Petunjuk menuju kebenaran?

Tanyakan pada para penginjil, pastor dan misionaris yang mendatangi rumah Anda. Tidak ada yang bisa menco-cokkan cerita cabul dan porno ini pada keempat kategori di atas. Tetapi kategori ini harus diberikan. Cerita ini hanya bisa dicatat dalam kategori - "Pornografi"!

Larang Kitab Itu!
George Bernard Shaw mengatakan bahwa Injil adalah "Buku yang paling berbahaya di dunia. Jagalah agar tetap tertutup rapat dan terkunci". Jauhkan Injil dari jangkauan anak-anak. Tetapi siapa yang mau mengikuti nasehatnya? Orang-orang Kristen itu pasti akan membuat larangan terha-dap kitab suci itu apabila itu adalah Kitab Suci Hindu atau Kitab suci Muslim. Tetapi mereka sama sekali tidak bisa me-larang Kitab Injil mereka karena 'penyelamatan' mereka tergantung pada kitab tersebut.

----------
"Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Suatu kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor." (ThePlain Truth, Oktober 1977)
----------

Menantu Yang Menggoda Mertuanya
Baca Kejadian 19:30 sampai selesai dan tandai dengan warna 'merah' kata-kata dan kalimat yang menunjukkan per-buatan Tamar ini. Jangan segan dan menunda-nunda. Injil yang sudah ditandai ini akan menjadi pusaka yang tak ternilai bagi anak-anakmu. Saya setuju dengan Shaw untuk menjaga agar Injil 'tetap tersimpan dan terkunci' tetapi kita membu-tuhkan senjata ini untuk menghadapi tantangan orang Kris-ten. Rasulullah bersabda bahwa "perang adalah strategi" dan strateginya adalah menggunakan senjata musuh kita. Ini bukanlah apa yang kita sukai atau tidak kita sukai. Kita di-paksa menggunakannya untuk melawan Profesor "Injil" yang mengetuk pintu-pintu kita dengan kata-kata: "Injil me-ngatakan ini" dan "Injil mengatakan itu". Mereka ingin kita menukar Al-Qur'an kita dengan Injil mereka. Tunjukan kele-mahan-kelemahan dalam Injil yang belum pernah mereka lihat. Pada saat itu robot-robot ini akan berpura-pura bahwa mereka baru pertama kali melihat hal yang porno itu. Mereka telah diprogram dengan ayat-ayat yang telah dipilih untuk dikemukakan pada kita.

Kelanjutannya: "Sejarah" menunjukkan, tiap malam, sang menantu menggoda mertuanya yang mabuk, dengan motif yang mulia (?) yaitu mempertahankan 'keturunan' (bi-bit) bagi mertuanya. "Bibit" ini digambarkan secara sangat jelas dalam Injil 47 kali hanya dalam surat Kejadian saja! Di luar itu, cerita lain tentang hubungan incest yang terjadi dapat ditemukan: Orang-orang Amon dan Moab, yang tampak-nya amat dikasihani oleh Tuhan Bani Israel. Selanjutnya, dalam Injil kita akan mempelajari bahwa orang-orang Yahu-di diperintahkan oleh Tuhan yang sama untuk membunuh orang-orang Palestina tanpa belas kasihan - laki-laki, wanita dan anak-anak. Bahkan pepohonan dan hewan tidak boleh dilewatkan, tetapi orang-orang Amon dan Moab itu, tidak boleh diusik dan diganggu, karena mereka adalah keturunan Luth. (Ulangan 2: 19)

Tidak ada pembaca yang bisa membacakan kepada ibu, saudara perempuan atau anaknya, bahkan kepada tu-nangannya sendiri, tentang godaan yang dilancarkan Lutha, kalau ia masih gadis dan bermoral. Namun Anda akan men-jumpai orang-orang sesat yang rakus akan kisah-kisah porno ini. Selera bisa dilatih.

Baca lagi dan tandai Ezekiel 23, Anda tahu warna apa yang Anda pilih. Dua orang "pelacur" bersaudara, Aholah dan Aholibah. Perincian seksual yang ada di sini membuat malu bahkan bagi edisi-edisi yang belum disempurnakan dari berbagai buku yang dilarang. Tanyakan pada teman Kristen Anda yang "dilahirkan kembali", di bawah kategori apa me-reka akan mengklasifikasikan semua kecabulan ini. Semua kecabulan itu pasti tidak mempunyai tempat di berbagai "Ki-tab Tuhan".

H. A.D. Ajijola dalam bukunya "The Myth of the Cross" (Mitos tentang Salib), membeberkan dengan gam-blang kekeliruan Injil, seperti halnya tentang penyaliban, pendeknya, seluruh ajaran Kristen. Semua mahasiswa yang mempelajari perbandingan agama harus memiliki buku ini, juga "The Bible: Word of God of Word of Man?" (Injil: Fir-man Tuhan atau Buatan Manusia?).


Sumber: Ahmed Deedat, The Choice (Dialog Islam-Kristen), Pustaka Al-Kautsar, Jakarta,  Cetakan Kedua, September 1999 (Revisi).