PhotoDisc24066
 Home
 Revelation
 US Congress
 News
 Fake Photo
 Taiwan JP
 Website Link
 Kompas 27-Aug-98
 Hacking
 Taiwan Denial
 It is a Conspiracy
 Why?
 Explanation
 Romo Sandyawan
 More Donation?

Join our mailing list.

BuiltByNOF
 More Donation, Anyone?

Motivasi dari rohaniawan Sandyawan dan Ita Nadia dari Kalyanamitra
menyebarkan issue tentang perkosaan massal dalam kerusuhan mei yang
lalu, tidak lebih dari menagguk uang sumbangan dari
simpatisan-simpatisan di luar negeri.

agar peristiwanya lebih dramatisir, maka dipakailah idiom-idiom islam
seperti Alahu Akbar ketika perkosaan itu sedang dilakukan. Dengan
demikian simpatisan luar negeri akan melihat bahwa ada penindasan orang
non muslim di republik ini. Tujuan akhirnya adalah menangguk uang
sumbangan dari luar negeri.

Bila kita mengenal model penghianat bangsa yang menjual para pahlawan
nasional kita ketika melawan di jahanam Belanda, dengan cara membocorkan
rahasia persembunyian pahlawan tersebut (ingat Sultan Hasanuddin,
PAttimura dan lain-lain), maka penghianat bangsa jaman reformasi ini
adalah yang menjual issue-issue murahan tentang perkosaan massal (karena
eropah itu merasa sangat bersalah dengan perkosaan massal di Bosnia) ke
negara-negara lain, agar sumbangan-sumbangan dapat diperoleh dengan
lancar.

Makanya ketika diminta pertanggungjawaban bukti-bukti perkosaan
tersebut, masing-masing diam seribu bahasa dengan alasan yang korban
memilih menutup mulut atau telah dievakuasi di la\uar negeri.

Ingat mereka menyebutkan PERKOSAAN MASSAL, bukan perkosaan one by one.
Untuk itu petugas perlu memeriksa aliran sumbangan yang mereka terima
setelah kampanye issue murahan dijalankan. Apakah mereka menerima begitu
banyak sumbangan kemudian sekarang membiarkan kasus ini
terkatung-katung.

Periksa laporan keuangan mereka... sebab belakangan ini saya perhatikan
kegiatan rohaniawan Sandyawan ini telah melempem di kantor mereka di
daerah Dewi Sartika. Mungkin dana telah cukup diterima untuk persiapan
kerusuhan baru lagi atau pendanaan untuk kampanye menghadapi pemilu
berikut.

Ada komentar

Koruptor Bangsa
(namayang burukdantidakpantasditiru)

posting on soc.culture.indonesia