Melawan Kanker :: Menemukan Alergi Makanan ::
Melawan Kanker
Pengantar
Pendahuluan
Kisah Peperangan
Sebuah 'Kekeliruan Negatif'
Beralih ke Nutrisi
Prinsip Pertama - Kenali Musuh Anda
Apa Kanker Itu?
Apa Penyebab Kanker?
Sistem Kekebalan Anda
Strategi Pengobatan
Prinsip Kedua - Putuskan Jalur Pasokan Musuh
Pembersihan Internal & Detoksifikasi
Enema
Koloniks
Puasa Juice
Prinsip Ketiga - Bangunlah Kembali Sistem Pertahanan Alamiah Anda
Menjadi Vegetarian
Menemukan Alergi Makanan
Lemak
Olah Raga
Prinsip Keempat - Ikutsertakan Balabantuan
Vitamin
Mineral
Pasukan Lainnya
Prinsip Kelima - Pertahankan Semangat
Menolak Berperan Sebagai Korban
Menemukan Humor
Prinsip Keenam - Pilihlah Pertolongan Profesional Anda Secara Seksama
Bidang-Bidang & Filosofi
Menjadi Rekan Seperjuangan
Teman-Teman Tetap Terlibat
Mendukung Orang-Orang Yang Menolong
Apendiks A
Apendiks B

 

 

Melawan Kanker

Anne E. Frahm & David J. Frahm

Menemukan Alergi Makanan

Dalam proses berganti ke suatudiet "makanan hidup," nutrisionis saya mengajarkan tiga peraturan penting kepada saya. Peraturan pertama adalah ini: Hindari makanan-makanan yang anda alergi terhadapnya. Reaksi alergi terhadap makanan akan menyebabkan tubuh memproduksi lendir kental di dalam usus untuk melindungi dirinya sendiri. Kanker makan dari lendir kental ini. Apa yang akan saya katakan tentang menemukan apa yang alergi bagi anda mungkin kedengaran seperti vodoo bagi anda. Baik suami saya atau saya sangat skeptik -- dan maksud saya adalah amat sangat! Namun setelah penelitian double blind kami mengambil sikap sendiri, dan sesudah berkali-kali (tak terhitung) menerapkan metode ini bagi keluarga kami, kami menjadi orang-orang yang percaya.

Saya bicara tentang teknik penerapan -- sendiri untuk menentukan alergi-alergi makanan. Sesungguhnya, tu butuh orang lain. Anda akan membutuhkan seorang teman untuk menemani jika anda memutuskan untuk menggabungkannya ke dalam rencana peperangan. Nama teknik ini adalah Tes Respons Otot (Muscle Response Test[MRT]), juga dikenal oleh beberapa lingkungan sebagai Kinesiologi yang Diaplikasikan (Applied Kinesiology). Konsep di belakang MRT adalah bahwa tubuh kita mengembangkan sejenis arus listrik tertentu. Para ilmuwan dan dokter telah mengenalnya bertahun-tahun. Sebuah buku berjudul Muscle Testing and Functioning oleh Kendal dan Kendall dikatakan menjadi standar ilmu ini dan dapat ditemukan pada kebanyakan sekolah kedokteran.

Nutrisionis saya menyuruh saya berdiri dengan lengan terkuat saya terentang dalam sudut 90 derajat dari tubuh saya, dan telapak tangan ke bawah. Tangan saya yang lain memegang makanan yang sedang diujikan ke atas perut saya. Dia akan berdiri di depan saya sedangkan saya melihat ke atas bahunya, mulut saya tertutup dan kedua kaki mendatar di atas lantai. Menggunakan tiga jari, dia akan menekan bagian atas pergelangan tangan saya dengan tekanan yang mantap dan konstan. Otot yang kuat akan merasa terkunci bila sedang dites. Sejumlah kekuatan yang sangat besar dibutuhkan untuk mengalahkan otot yang kuat. Otot yang kuat memiliki rasa seperti-per. Jika otot lengan saya kuat, itu berarti bahwa tubuh saya tidak alergi terhadap jenis makanan yang saya pegang. Sirkuit listrik di dalam tubuh saya belum rusak.

Sebaliknya, otot yang lemah menyerah jika dites dan itu terjadi sangat tiba-tiba. Itu bukan masalah meletihkan kekuatan fisik seseorang. Sebaliknya, jika anda mengaplikasikan kekuatan pada lengan, orang itu mungkin bertahan sebentar, tapi kemudian kekuatannya akan luluh. Rasanya akan seperti dia sudah menyerah. Anda dapat menggerakkan lengannya ke bawah dengan sangat mudah.

Otot yang lemah, tentu saja, berarti bahwa jenis makanan yang anda pegang diperut telah mengganggu sirkuit listrik yang mengalir melalui tubuh anda. Anda mengalami hubungan pendek. Ini merupakan indikasi kuat bahwa anda alergi terhadap jenis makanan ini.

Oke, anda masih skeptis. Seperti yang saya katakan, kami juga demikian pada mulanya. Akhirnya saya memuaskan pemikiran sendiri ketika melakukan penelitian double blind di tempat praktek nutrisionis saya. Minggu sebelumnya saya menyimpan daftar dari semua yang diujikan kepada saya. Saya membawa daftar itu lagi dan diuji ulang tanpa dia ingat apa yang ada pada daftar itu minggu sebelumnya. Saya ingin melihat mungkin dia secara tidak sadar telah mempengaruhi hasil-hasilnya melalui derajat tekanan yang dipakai bersama dengan jenis-jenis makanan yang berbeda. Setiap jenis yang diujikan tepat seperti jenis yang minggu sebelumnya. Kemudian setiap jenis diletakkan di dalam kantong kertas yang terpisah oleh suami saya sedangkan kami berdua meninggalkan ruangan. Baik dia (nutrisionis saya) ataupun saya tidak mengetahui isi kantong-kantong itu, ketika satu per satu saya memegangnya ke perut saya dan diuji lagi. Lagi-lagi, hasilnya cocok dengan hasil minggu sebelumnya.

Keluarga dan saya menemukan bahwa MRT merupakan cara yang baik untuk menguji sensitivitas makanan pada semua makanan. Dengan kata lain, tangan anda tidak akan kepenuhan memegang salad ke perut anda. Anda ingin memisahkan elemen-elemen dasarnya -- selada, wortel, mentimun, olive hitam, tomat, dan lain-lain. Bicara mengenai kentang, saya menemukan bahwa tubuh saya sensitif terhadap kentang. Yang cukup menarik, setelah jangka waktu tertentu, ketika saya terus membersihkan dan membangun tubuh saya, alergi itu hilang. Sekarang saya memakan makanan yang selama bertahun-tahun tidak dapat saya tolerir, bahkan jauh sebelum saya tahu kanker berkembang di tubuh saya.

Mengkombinasi Makanan yang Benar
Peraturan kedua yang nutrisionis saya ajarkan agar dilakukan berkaitan dengan susunan dan kombinasi makanan-makanan yang akan dimakan. Saya tidak pernah tahu bahwa jenis makanan yang berbeda memerlukan jenis juice dan enzim-enzim pencernaan yang berbeda. Oleh karenanya, memakan sejumlah makanan bersama-sama dalam sebuah makan tunggal menyebabkan sistem pencernaan kacau, dan membuat pencernaan yang tepat tidak bisa terjadi. Kita semua merasakan efek dari pesta Thanksgiving pada sistem kita. Akibatnya adalah sebongkah massa yang membusuk, makanan yang terfermentasi menumpuk di dalam lambung sehingga tubuh bekerja keras hanya untuk menyingkirkannya saja. Ekstrasi dan absorpsi nutrien dalam upaya membangun dan mempertahankan kehidupan sel yang sehat sangat terhambat. Sebenarnya, "nutrien-nutrien yang terpengaruh dalam cara demikian tidak dapat digabungkan ke dalam struktur sel yang sehat." Kebiasaan kita yang terus-menerus mengkombinasikan makanan secara tidak tepat -- praktek yang sangat umum di Amerika Serikat -- mengarah pada malnutrisi seluler.

Tujuan keseluruhan dari mengkombinasikan makanan adalah memakanan makanan di waktu makan yang sama yang dicernakan dalam cara yang sama untuk memperoleh keuntungan nutrisional yang maksimum. Pedoman mengkombinasikan makanan yang sederhana mencakup:

  • Makan buah secara terpisah.
    Buah adalah jenis makanan yang sangat penting, tetapi harus tidak diikuti sesuatu yang lain di dalam makanan. Buah adalah makanan pracerna, bergerak ke kanan melalui lambung ke dalam usus --"kecuali pisang, kurma, dan buah kering, yang tinggal sedikit lebih lama di lambung." Apabila buah dimakan segera sesudah jenis makanan yang lain, buah itu akan terfermentasi sendiri dan semua yang lain dalam lambung.

  • Makan sayuran dan protein bersama-sama.

  • Makan sayuran dan pati bersama-sama.
  • Untuk mengetahui lebih lagi tentang kombinasi makanan, biarlah saya anjurkan membaca Fit for Live dan Fit for Live II: Living Health oleh Harvey dan Marilyn Diamond. Mungkin tidak ada orang lain di bidang nutrisi yang tahu lebih banyak tentang ilmu ini. Jika ada yang ketiga, bisa jadi buku ini sama meledaknya dengan trilogi Star Wars.

    Menjaga Keseimbangan Alkali
    Jika makanan dicerna atau "dibakar" oleh tubuh, ia meninggalkan apa yang disebut sebagai "abu." Beberapa makanan terbakar menjadi abu alkali yang lain menjadi abu asam. Dalam Health Through Nutrition, Dr. Joel Robbins mengungkapkan perlunya memakan makanan yang membantu menjaga keseimbangan alkali di dalam tubuh kita. Sel-sel yang sehat adalah bersifat alkali ... Semakin asam sel-sel itu, kita merasa semakin sakit ... Tubuh kita memproduksi asam sebagai hasil sampingan dari metabolisme normal. Karena tubuh kita tidak memproduksi alkali, kita harus mensuplai alkali dari sumber di luar tubuh untuk menjaga kita agar tidak menjadi asam dan mati. Makanan berarti mengisikan alkali ke tubuh ... Kita dapat tetap sehat bila mengkonsumsi suatu diet yang 80% alkali dan 20% asam. Peraturan nomor tiga adalah memastikan bahwa diet makanan hidup saya diseleksi terutama dari makanan abu alkali. Ini sebenarnya sangat mudah. Keluarga makanan-makanan alkali mencakup sebagian besar buah-buahan dan sayuran -- apakah itu mentah, dijuice, dikeringkan, dibekukan, atau ditim sebentar. Yang cukup menarik, ini meliputi "bahkan buah-buahan asam seperti jeruk, nanas dan buah anggur. Ini hanya diklasifikasikan secara botani sebagai buah-buahan asam." Sekali mereka masuk ke lambung mereka menjadi alkali, itu adalah jika mereka dimakan sendiri seperti yang telah kita lihat sebagaimana harusnya pada semua buah.

    "Semua juice sayuran dan buah-buahan kaya akan alkali," Dr. Airola mengamati "Yang paling membentuk -- alkali adalah: juice buah ara, juice hijau dari semua pucuk dan sayuran hijau, juice wortel, beet, seledri, nanas dan jeruk."

    Sebuah daftar dari beberapa anggota individu keluarga abu alkali mencakup, dari yang paling alkali sampai yang paling kurang: buah ara, kacang kedelai, almond, wortel, kurma, seledri, mentimun, semangka, selada, nasturtium, kentang, nanas, kubis, melon, millet, kacang brazil, kelapa, soba. Kecuali millet dan soba, sebagian besar padi-padian adalah pembentuk asam. Biji-biji kecambah dan padi-padian menjadi lebih alkali.

    Ini adalah sebuah daftar dari beberapa anggota individu keluarga abu asam yang berisiko, dari yang paling asam sampai yang paling kurang: tembakau, obat-obatan/medikasi, alkohol, garam, kopi/teh, daging goreng, herbal/rempah-rempah/bumbu, daging merah, kue-kue goreng, buah-buahan/sayuran, hasil susu/telur, buah-buahan/sayuran yang kelewat matang, padi-padian utuh, beberapa buah dan sayuran mentah (cranberries, blueberries, plum, prune, squash), biji-biji mentah (wijen, labu, squash, bunga matahari), kacang-kacangan mentah (kecuali almond).

    Lemak

     

    S i t u s - L a i n :

    Edi Cahyono's Experience
    Nur Rachmi's World
    Semsar Siahaan's Gallery
    Oey's Renaissance
    George Grosz
    Satu Mei
    Yayasan Penebar Page
    Political-Economy Page
    <<Previous  ||  Next>>