Melawan Kanker :: Prinsip Keempat -- Ikutsertakan Balabantuan ::
Melawan Kanker
Pengantar
Pendahuluan
Kisah Peperangan
Sebuah 'Kekeliruan Negatif'
Beralih ke Nutrisi
Prinsip Pertama - Kenali Musuh Anda
Apa Kanker Itu?
Apa Penyebab Kanker?
Sistem Kekebalan Anda
Strategi Pengobatan
Prinsip Kedua - Putuskan Jalur Pasokan Musuh
Pembersihan Internal & Detoksifikasi
Enema
Koloniks
Puasa Juice
Prinsip Ketiga - Bangunlah Kembali Sistem Pertahanan Alamiah Anda
Menjadi Vegetarian
Menemukan Alergi Makanan
Lemak
Olah Raga
Prinsip Keempat - Ikutsertakan Balabantuan
Vitamin
Mineral
Pasukan Lainnya
Prinsip Kelima - Pertahankan Semangat
Menolak Berperan Sebagai Korban
Menemukan Humor
Prinsip Keenam - Pilihlah Pertolongan Profesional Anda Secara Seksama
Bidang-Bidang & Filosofi
Menjadi Rekan Seperjuangan
Teman-Teman Tetap Terlibat
Mendukung Orang-Orang Yang Menolong
Apendiks A
Apendiks B

 

 

Melawan Kanker

Anne E. Frahm & David J. Frahm

Bab 5: Prinsip Keempat -- Ikutsertakan Balabantuan

Pada 1866, setelah karirnya yang tersohor sebagai perwira Union dalam Perang Sipil, George Armstrong Custer dipromosikan menjadi letnan kolonel dari kavaleri ketujuh A.S. dalam ketentaraan reguler. Tugasnya membawa dia ke barat ke Kansas yang mana dia akan ditempatkan di bawah Jendral W.S. Hancock dalam kampanye melawan Indian Cheyenne. Setelah memenangkan perang di mana pasukan Indian hancur lebur, Custer meluangkan beberapa tahun berikutnya di dalam kondisi yang relatif damai.

Namun pada 1876, Custer dan orang-orangnya sekali lagi dikirim ke dalam peperangan melawan Indian, kali ini melawan Sioux di Montana dan Dakota yang dipimpin Sitting Bull dan Crazy Horse. Itu direncanakan menjadi serangan dua bagian di bawah komando Jendral A.H. Terry. Custer akan memimpin satu barisan sedangkan Terry memimpin barisan satunya, menyerang Sioux dalam sebuah upaya gabungan untuk mencapai pukulan yang maksimal. Namun Custer tiba di tempat perjanjian dekat perkampungan Indian di Little Bighorn River dua hari sebelum Terry. Demi alasan apapun -- kemungkinan besar suatu hawa nafsu untuk memuaskan ego dirinya -- dia tidak mematuhi perintah dan membuat rencara peperangannya sendiri. Keesokan paginya dia membagi orang-orangnyya menjadi tiga unit dan menyerang, sebelum balabantuan datang. Unit tengah, yang dipimpin Custer sendiri,langsung mengarah ke jantung perkampungan musuh. Tidah seorang prajuritpun yang selamat.

Apa yang tampaknya dikenal dengan "Serangan Terakhir Custer" memberi pelajaran bagi kita yang memerangi kanker. Dalam memerangi kanker, seperti dalam menjalankan perang, demi prospek kemenangan maka sangatlah penting untuk memanggil bala bantuan ketika mereka diperlukan.

Anda baru saja membaca sebuah bab yang terutama memfokuskan pada diet "makanan hidup" sebagai kunci bagi kehidupan sel yang sehat dan mengalahkan kanker. Beberapa orang di bidang nutrisi akan berkata bahwa rata-rata orang akan mampu mendapatkan semua nutrien yang diperlukan dari diet semacam ini dan tidak akan butuh suplemen. Masalahnya adalah bahwa orang-orang yang memerangi kanker secara nutrisional memulainya "di dalam lubang." Mereka bukanlah "rata-rata" orang yang sistem metaboliknya berfungsi sepenuhnya. Tubuh mereka mengalami malfungsi -- terbukti dengan timbulnya kanker -- dan tidak diragukan bahwa itu sudah berlangsung beberapa lama. Acap kali kombinasi hati-kandung empedu mereka tidak menampakkan fungsi-fungsi metaboliknya secara tepat. Beberapa macam nutrien penting tertentu tidak dapat dipakai tubuh dengan tepat kecuali dipecah dulu oleh asam-asam empedu yang dibuat oleh hati dan disimpan dalam kandung empedu. "Tanpa asam-asam empedu ini, semua vitamin yang larut-lemak tidak secara tepat bisa diserap tubuh ke dalam darah, mengakibatkan defisiensi vitamin." Beberapa macam suplemen makanan perlu ditambahkan ke dalam rencana peperangan dalam upaya memasok tubuh dengan nutrien-nutrien yang sangat dibutuhkan namun tidak mampu diperoleh karena metabolisme yang buruk.

Halaman-halaman berikut ini memuat daftar berbagai suplemen yang saya tambahkan pada rencana peperangan saya sendiri. Saya membaginya dengan anda untuk mengenalkan anda pada apa yang telah menoling saya. Mungkin anda perlu mulai mengambil sebuah nomor darinya, tapi mohon jangan gunakan daftar ini sebagai cetak-biru untuk reproduksi secara otomatis. Tanyakan pada nutrisionis anda sendiri suplemen macam apa yang harus anda minum dan berapa banyak masing-masingnya, berdasar pada detil dan keadaan anda sendiri. Obyek dari suplementasi vitamin dan mineral dalam peperangan melawan kanker adalah membangun kembali sel-sel yang sehat, mengubah kimiawi tubuh, dan memperkuat sistem pertahanan tubuh itu sendiri. Vitamin dan mineral tidak menyembuhkan kanker; mereka membantu memulihkan dan memperkuat kemampuan tubuh itu sendiri dalam memerangi penyakit. Ini merupakan fakta yang penting diingat. Bersama dengan keterangan ini, Dr. Joel Robbins mengamati bahwa "itu adalah aksi tubuh atau pendayagunaan nutrien-nutrien itu untuk kesembuhan, bukan aksi nutrien pada tubuh," yang berperan. Dengan kata lain, apabila tubuh telah sebegitu parah diserang penyakit sehingga ia tidak dapat mendayagunakan apa-apa yang dimasukkan ke dalamnya, vitamin dan mineral akan sedikit gunanya.

Penting untuk disadari bahwa "terapi dan suplementasi vitamin/mineral tidak membuahkan hasil dalam semalam. Vitamin (dan mineral) berada di level terdalam pada proses-proses tubuh, dan perubahan regeneratif dalam kimiawi tubuh biasanya membutuhkan waktu yang sama banyaknya untuk membangun kembali sebagaimana mereka telah runtuh." Dalam budaya kita yang berirama-cepat, orang-orang umumnya mencari "perbaikan cepat" bagi masalah-masalah kesehatan mereka, sesuatu untuk diminum -- seringkali obat-obatan -- untuk membuat semuanya segera membaik. Walaupun demikian mereversi penyakit degeneratif bukanlah suatu pernyataan perbaikan-cepat. Itu adalah masalah perpanjangan periode waktu yang diluangkan untuk bekerja merevitalisasikan seluruh metabolisme dan kimiawi pada sistem tubuh yang telah mengarah turun ke bawah selama, mungkin, waktu yang sangat lama.

Dr. Max Gerson menulis,

Umumnya, orang-orang pergi ke rumah sakit untuk operasi atau penyakit yang serius; keluarganya menganggap mereka sembuh saat mereka kembali. Ini berbeda dengan kanker. Kanker adalah suatu penyakit degeneratif, bukan penyakit akut dan pengobatannya bisa menjadi efektif hanya jika dilaksanakan secara ketat bersamaan dengan berbagai peraturan selama satu setengah hingga dua tahun ... Ini bukan sebuah gejala yang diobati, juga bukan penyakit yang spesifik, tetapi reaksi dan fungsi dari seluruh tubuh yang harus ditransformasikan dan diperbaiki. Itu mengatakan, biarkan saya mengenalkan anda pada pasukan balabantuan yang telah menemani diet "makanan hidup" untuk membantu saya memenangkan kembali dan mempertahankan kesehatan. Masing-masingnya punya lebih banyak peran di dalam tubuh daripada yang saya catat. Saya bermaksud menuliskan deskripsi kerja mereka pada fokus yang terbatas.

Vitamin

 

S i t u s - L a i n :

Edi Cahyono's Experience
Nur Rachmi's World
Semsar Siahaan's Gallery
Oey's Renaissance
George Grosz
Satu Mei
Yayasan Penebar Page
Political-Economy Page
<<Previous  ||  Next>>